Bahagia Itu Pilihan! Lalu Kenapa Banyak Orang Tidak Bahagia?

Posted on

Pernahkah Anda bertanya pada diri sendiri, “kenapa Saya tidak pernah bahagia?” Padahal, bahagia itu adalah pilihan.

Bahagia atau tidaknya Anda, ditentukan dari seberapa besar keinginan dan upaya Anda untuk bahagia. Alasan orang tidak bahagia pun berbeda-beda.

Entah itu karena kondisi ekonomi, lingkungan sosial yang tidak mendukung, gagal meraih cita-cita, hingga berpisah dengan pasangan. Bahkan, tak sedikit orang yang bergelimang harta, memiliki jabatan tinggi pun tidak bahagia.

Bahagia Itu Pilihan
Ilustrasi Bahagia Itu Pilihan, Foto: 1.cbn.com

Kenapa Orang Tidak Bahagia? Padahal Bahagia Itu Pilihan!

Seperti penjelasan sebelumnya, penyebab orang tidak bahagia karena berbagai hal. Mulai dari hal sepele hingga yang rumit sekalipun.

Berikut ini terdapat 5 penyebab orang tidak hidup bahagia. Jika Anda merasakan salah satu diantaranya, tak heran jika Anda sulit mendapatkan kebahagiaan.

1. Waktu Tidur Kurang

Jangan pernah menyepelekan waktu tidur Anda, karena teramat berharga untuk Anda sia-siakan. Kurang tidur atau terlalu sering begadang, tidak hanya berdampak pada kesehatan tubuh saja.

Melainkan juga mempengaruhi kondisi psikis dan kualitas hidup Anda. Kurang tidur akan menurunkan kebugaran tubuh, merasa gelisah dan kekurangan energi.

Selain itu, Anda juga akan kesulitan mendapatkan mood yang baik saat pagi hari. Semua dampak dari kurang tidur ini dapat membuat Anda tidak bahagia.

Cobalah mengubah pola tidur Anda, tidur lebih awal dan bangun lebih pagi. Memiliki waktu tidur berkualitas memberikan perubahan besar bagi hidup Anda.

2. Terlalu Banyak Keinginan

Bahagia itu pilihan dan jika Anda ingin mendapatkannya maka kendalikan keinginan Anda sesuai dengan porsinya. Maksudnya apa? Seseorang tidak akan pernah merasakan kebahagiaan dalam hidupnya jika ia terlalu banyak keinginan.

Keinginan-keinginan yang dimaksud adalah sesuatu yang sebenarnya tidak penting atau tidak dibutuhkan. Sebagian orang cenderung mendahulukan gaya hidupnya daripada kebutuhannya.

Terlalu banyak keinginan itu artinya Anda tidak memiliki tujuan hidup. Untuk itu, mulailah memberikan prioritas dalam hidup Anda.

3. Selalu Menolak Pengalaman Pahit

Menerima kenyataan dengan hati yang ikhlas itu penting, meskipun pahit sekalipun. Terlalu sering menolak pengalaman pahit, akan berdampak pada sikap Anda ketika merespon kenyataan itu.

Tidak menutup kemungkinan Anda akan menyikapinya dengan cara yang salah. Hidup terlalu fokus untuk mencari kebahagiaan itu, justru bisa membuat Anda tidak bahagia.

Sesekali Anda harus mencari pengalaman. Dengan pengalaman inilah, hidup Anda menjadi lebih baik dan kebahagiaan akan datang.

Jadi, ketika kegagalan menghampiri Anda, Anda tidak akan merasa stress bahkan terpuruk. Justru Anda bisa belajar untuk bersikap bijaksana dan menghargai kesempatan.

4. Terlalu Sering Membandingkan Hidup Orang Lain

Sumber ketidakbahagiaan Anda, bisa jadi karena Anda tidak bersyukur. Setiap orang memiliki anugerah masing-masing sesuai dengan porsinya.

Anda tidak perlu merasa iri dengan orang lain, meskipun ia lebih bahagia dari Anda. Cobalah untuk menikmati kebahagiaan Anda sendiri, dan berhenti membandingkannya dengan kebahagiaan orang lain.

Selalu tanamkan, bahwa diluar sana ada orang yang ingin berada di posisi Anda saat ini. Karena bahagia itu pilihan maka tidak ada alasan untuk Anda tidak bahagia.

5. Bersikap Terlalu Baik

Bisa bersikap baik pada setiap orang, itu tandanya Anda memiliki sesuatu berharga dalam diri Anda. Kebaikan yang Anda berikan bisa menjadi sumber kebahagiaan untuk orang lain.

Namun Anda harus ingat, baik bukan berarti lemah, lembek, atau penurut. Anda juga harus bersikap tegas, agar kebaikan Anda tidak dimanfaatkan oleh orang lain.

Jika bahagia itu pilihan, buatlah pilihan terbaik untuk hidup Anda. Cobalah untuk meminimalisir pikiran dan sikap negatif. Setelah itu, bangun tujuan hidup yang positif.